top of page

Perbedaan Polycarbonate dan Akrilik Lengkap — Kelebihan, Kekurangan & Panduan Memilih Material yang Tepat

Perbedaan polycarbonate dan Akrilic

Polycarbonate dan akrilik sering dianggap sama karena sama-sama transparan dan sering digunakan sebagai pengganti kaca. Padahal, secara fungsi, karakter, dan daya tahannya, polycarbonate dan akrilik memiliki perbedaan yang sangat signifikan.


Jika salah pilih, material bisa cepat rusak, menguning, bahkan berisiko pecah dan membahayakan. Artikel ini akan membahas perbedaan polycarbonate dan akrilik secara lengkap, mulai dari bahan, kekuatan, kejernihan, ketahanan panas, hingga rekomendasi penggunaan.

Apa Itu Polycarbonate?

Polycarbonate adalah plastik termoplastik berkualitas tinggi yang terkenal karena sangat kuat, lentur, dan tahan benturan. Material ini banyak digunakan untuk atap kanopi, skylight, pelindung mesin, hingga kebutuhan industri.


Ciri utama polycarbonate:

  • Tahan benturan sangat tinggi

  • Tidak mudah pecah

  • Lebih fleksibel

  • Cocok untuk outdoor

  • Bisa dilapisi UV protection

Polycarbonate sering dipilih untuk aplikasi yang membutuhkan keamanan, daya tahan, dan umur pakai panjang.

Apa Itu Akrilik?

Akrilik (PMMA) adalah plastik transparan yang memiliki kejernihan sangat tinggi dan tampilan menyerupai kaca. Material ini banyak digunakan untuk display, partisi, signage, aquarium, dan dekorasi interior.


Ciri utama akrilik:

  • Sangat jernih (bening)

  • Permukaan lebih keras

  • Tampilan lebih estetik

  • Lebih kaku

  • Umumnya lebih ekonomis

Akrilik cocok untuk kebutuhan visual dan estetika, namun tidak dirancang untuk beban dan benturan berat.

Perbedaan Polycarbonate dan Akrilik Secara Umum

Perbedaan utama polycarbonate dan akrilik terletak pada kekuatan, fleksibilitas, dan fungsi penggunaan.

Polycarbonate unggul dalam daya tahan dan keamanan. Akrilik unggul dalam kejernihan dan tampilan visual.

Agar lebih jelas, berikut pembahasan detailnya.


Skylight pada tangga

Perbandingan Polycarbonate vs Akrilik dari Berbagai Aspek


1. Kekuatan dan Ketahanan Benturan

Polycarbonate memiliki ketahanan benturan hingga puluhan kali lebih kuat dibanding akrilik dan kaca. Material ini sulit pecah dan hanya akan melengkung jika mendapat tekanan ekstrem.

Akrilik lebih keras, tetapi lebih rapuh. Jika terkena benturan keras, akrilik bisa retak atau pecah.


👉 Kesimpulan:

Untuk keamanan dan area berisiko, polycarbonate jauh lebih unggul.


2. Tingkat Transparansi

Akrilik memiliki kejernihan lebih tinggi dibanding polycarbonate. Secara visual, akrilik terlihat lebih bening dan menyerupai kaca.

Polycarbonate tetap transparan, tetapi sedikit lebih rendah tingkat kejernihannya.


👉 Kesimpulan:

Untuk tampilan visual maksimal, akrilik unggul.

Untuk fungsi struktural dan atap, polycarbonate lebih ideal.


3. Ketahanan Terhadap Panas dan Cuaca

Polycarbonate mampu menahan suhu lebih tinggi dan tidak mudah berubah bentuk. Dengan lapisan UV, polycarbonate sangat cocok untuk penggunaan outdoor.

Akrilik juga tahan cuaca, namun lebih sensitif terhadap panas ekstrem dan perubahan suhu drastis.


👉 Kesimpulan:

Polycarbonate lebih aman untuk atap, kanopi, dan area outdoor.


4. Ketahanan Terhadap Goresan

Akrilik memiliki permukaan lebih keras sehingga lebih tahan gores dibanding polycarbonate.

Polycarbonate lebih mudah tergores, sehingga pada beberapa produk biasanya ditambahkan coating anti-scratch.


👉 Kesimpulan:

Untuk kebutuhan display dan dekorasi, akrilik lebih unggul.


5. Fleksibilitas dan Proses Pemasangan

Polycarbonate lebih fleksibel dan tidak mudah patah, sehingga aman saat proses instalasi.

Akrilik lebih kaku dan perlu perlakuan lebih hati-hati saat dipotong dan dibor.


👉 Kesimpulan:

Polycarbonate lebih aman dan toleran untuk proyek bangunan.


6. Harga dan Nilai Investasi

Secara umum, harga akrilik lebih ekonomis. Polycarbonate cenderung lebih mahal, tetapi memberikan umur pakai dan keamanan lebih tinggi.


👉 Kesimpulan:

Akrilik cocok untuk kebutuhan visual ringan. Polycarbonate lebih cocok sebagai investasi jangka panjang.

Tabel Perbedaan Polycarbonate dan Akrilik

Aspek

Polycarbonate

Akrilik

Kekuatan

Sangat kuat & lentur

Lebih rapuh

Transparansi

Sangat baik

Lebih jernih

Ketahanan panas

Sangat tinggi

Cukup

Ketahanan gores

Lebih rendah

Lebih tinggi

Keamanan

Sangat aman

Sedang

Aplikasi utama

Atap, skylight, outdoor

Display, partisi, dekorasi

Mana yang Lebih Cocok: Polycarbonate atau Akrilik?


Pilih polycarbonate jika Anda membutuhkan:

  • Atap kanopi atau skylight

  • Material pengganti kaca yang tidak mudah pecah

  • Pencahayaan alami dengan keamanan tinggi

  • Penggunaan outdoor jangka panjang


Pilih akrilik jika Anda membutuhkan:

  • Tampilan visual bening maksimal

  • Display, signage, atau partisi

  • Proyek interior

  • Solusi transparan yang lebih ekonomis

Kesimpulan

Perbedaan polycarbonate dan akrilik tidak hanya soal tampilan, tetapi juga soal fungsi, keamanan, dan daya tahan.


Jika kebutuhan Anda berhubungan dengan atap, pencahayaan alami, dan penggunaan outdoor, maka polycarbonate adalah pilihan paling aman dan tepat.Jika kebutuhan Anda fokus pada estetika dan visual, akrilik bisa menjadi solusi yang baik.


Memahami perbedaan ini akan membantu Anda menghindari kesalahan material yang bisa berdampak pada biaya dan keamanan bangunan.

FAQ – Pertanyaan yang Sering Dicari


Apakah polycarbonate lebih kuat dari akrilik?

Ya. Polycarbonate jauh lebih tahan benturan dibanding akrilik.


Apakah akrilik bisa digunakan untuk atap?

Bisa, tetapi tidak direkomendasikan untuk area berisiko tinggi karena lebih mudah retak.


Mana yang lebih awet untuk outdoor?

Polycarbonate dengan UV protection lebih awet untuk penggunaan luar ruangan.

Beli Solartuff/Solarflat & Kristal Flat di Brata Jaya Material

Apapun pilihan Anda, Brata Jaya Material menyediakan keduanya:

Tim kami siap memberikan konsultasi terbaik agar Anda mendapatkan material yang paling tepat untuk proyek Anda.


Komentar


bottom of page